SISI LAIN TMMD ke-103, TNI-RAKYAT TIDAK TERPISAHKAN DALAM PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Program TMMD Ke 103 yang dilaksanakan oleh personil TNI diseluruh wilayah tanah air, khususnya TMMD Kodim 0826 Pamekasan yang dipusatkan di Desa Pasanggar Pegantenan Kabupaten Pamekasan adalah sejarah bagi terwujudnya kemanunggalan TNI-Rakyat serta perekat persatuan dan kesatuan bangsa diwilayahnya.

Dengan berbagai program kegiatan yang dilaksanakan dalam TMMD, baik fisik pembangunan sarana dan prasarana maupun non fisik pembinaan wilayah untuk membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat guna menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa.

Dengan TMMD pula membangun ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah yang sangat diperlukan dalam membangun ketahanan nasional untuk menjaga tetap tegak kokohnya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disisi lain TMMD, juga sebagai sarana menjalin komunikasi sosial antara TNI dengan rakyat yang ada diwilayah.

Sebagai bukti bahwa TMMD sebagai wahana mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang ada diwilayah, dalam setiap program kegiatannya gotong royong dan kebersamaan selalu terpancar dalam setiap lubuk hati warga masyarakat setempat. Tidak hanya perangkat yang ada diwilayah dari unsur pemerintah daerah hingga unsur bawah pemerintahan desa dan masyarakat secara langsung turun ke lapangan untuk bersama-sama, bahu membahu dan berkolaborasi mensukseskan program kegiatan TMMD ini.

apresiasi datang dari tokoh masyarakat dan juga warga masyarakat itu sendiri memberikan perhatian yang tinggi serta penghargaan kepada TNI dengan adanya program TMMD Reg Ke 103 tersebut. Dari mereka, ungkapan “matur nuwun” tulus dan ikhlas mereka pancarkan. Tidak tua, tidak muda, mereka berharap dimasa-masa mendatang ada program TMMD lagi kedepannya di Desa mereka.

Apresiasi yang tinggi juga diberikan Tim Wasev Brigjen TNI Chandra Wijaya pada kesempatan sebagai Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke 103, Tidak hanya meninjau untuk melihat hasil pembangunan TMMD saja, namun bertemu dengan warga masyarakat sekitar.

Dengan rasa humanisme tersebut menjadikan suatu rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang tinggi, kegotongroyongan yang tinggi yang pada endingnya/akhirnya terwujud Kemanunggalan TNI-Rakyat yang erat dan tidak terpisahkan untuk membangun bangsa dan negara serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Rakyat ibu kandung TNI dan TNI anak kandung rakyat, TNI tanpa rakyat tidak berarti apa-apa, sebaliknya rakyat tanpa TNI juga tidak berarti apa-apa. Soliditas TNI bersama komponen dan elemen masyarakat harus selalu terpatri bersama guna memperkokoh persatuan dan kesatuan sehingga dengan hal tersebut, NKRI tetap tegak kokoh sampai kapanpun. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing untuk NKRI yang kita cintai bersama. (PENAWARTA-03)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s